Part I
HITAM
MANIS, semua berawal dri hari itu, hari dimana semuanya bermuala, pada saat itu
aku berumur 15 tahun, ya sekitar kelas 3 SMP, aku adalah peribadi yang pendiam,
cuek, tidak peduli sekitar, masa bodo dengan apapun, akan tetapi semuanya berubah
ketika aku mengenal dia.
Dia
adalah orang yang sepesial, bukan berarti dia adalah mahluk yang sempurna,
tetapi bersamanya aku menemukan arti sebuah berharganya seseorang yang ada
disekitar kita, dy adalah orang menarik, santai, hitam manis, cantik,
sederhana, cuek, galak, tpi disatu sisi dia sangat baik dan mau berteman sama
siapa saja.
Aku
sangat mengagumi dia, karena kebaikan dan sikap tidak pandang bulu saat
bertemanlah yang mengalihkan perhatianku, aku satu sekolah sama dia, mulai dari
SD sampai SMP, tapi kita berpisah pada saat SMA, hubungan aku dan dia
sebenarnya tidak berujung baik pada saat SMP, karena satu kejadian yang
sebenarnya tidak disengaja juga.
Semua
berawal dari pekenalanku, walau aku dan dia satu sekolah dari SD sampai SMP,
aku tak pernah mau dekat dengan dia. Pada suatu malam aku menghubungi dia
dengan alasan mau menanyakan tugas, aku pun bicara lewat telpon dengan panjang
lebar, mulai saat itu aku sering menghubungi dia, seiring berjalannya waktu
akupun mulai tertarik dan suka dengan dia.
Pada
suatu hari, aku bertemu denagn sudaraku yang tinggal diserang tpi dia menetap
dirumah nenekku untuk mencari pekerjaan, dia bertanya “ada cewe yang cantik
ngga disekolah lu” dan aku pun menjawab “ada sih, tapi udah jadi gebetan gw” dia
pun mulai merasa penasaran dengan wanita aku banggakan. Tanpa disengaja aku
mengundang rasa ingin tahunya akan wanita yang aku banggakan, dengan terpaksa
aku pun memberi tahukan nomornya karena
dia terus menanyakan wanita yang aku banggakan tersebut.
Merekapun
mulai berkomunikasi dan semakin sering, sehingga sangat akrab di telepon, aaaku
pun mulai merasa iri akan pertemanan mereka yang semakin hari semakin dekat,
karena rasa cemburunya aku akan sikap mereka, aku kam mencetuskan perjanjian
atau pertaruhan yang sebenarnya sangat tidak masuk akal, yaitu “kalo lu bias
nembak dia atau jadian sama dia, maka gw bertaruh semua uang yang gw milik,
deal or no deal” dan dia pun menyanggupinya dengan menjabat tangan aku.