Pengikut

Senin, 24 Desember 2012

Hitam Manis



Part I

HITAM MANIS, semua berawal dri hari itu, hari dimana semuanya bermuala, pada saat itu aku berumur 15 tahun, ya sekitar kelas 3 SMP, aku adalah peribadi yang pendiam, cuek, tidak peduli sekitar, masa bodo dengan apapun, akan tetapi semuanya berubah ketika aku mengenal dia.
Dia adalah orang yang sepesial, bukan berarti dia adalah mahluk yang sempurna, tetapi bersamanya aku menemukan arti sebuah berharganya seseorang yang ada disekitar kita, dy adalah orang menarik, santai, hitam manis, cantik, sederhana, cuek, galak, tpi disatu sisi dia sangat baik dan mau berteman sama siapa saja.
Aku sangat mengagumi dia, karena kebaikan dan sikap tidak pandang bulu saat bertemanlah yang mengalihkan perhatianku, aku satu sekolah sama dia, mulai dari SD sampai SMP, tapi kita berpisah pada saat SMA, hubungan aku dan dia sebenarnya tidak berujung baik pada saat SMP, karena satu kejadian yang sebenarnya tidak disengaja juga.
Semua berawal dari pekenalanku, walau aku dan dia satu sekolah dari SD sampai SMP, aku tak pernah mau dekat dengan dia. Pada suatu malam aku menghubungi dia dengan alasan mau menanyakan tugas, aku pun bicara lewat telpon dengan panjang lebar, mulai saat itu aku sering menghubungi dia, seiring berjalannya waktu akupun mulai tertarik dan suka dengan dia.
Pada suatu hari, aku bertemu denagn sudaraku yang tinggal diserang tpi dia menetap dirumah nenekku untuk mencari pekerjaan, dia bertanya “ada cewe yang cantik ngga disekolah lu” dan aku pun menjawab “ada sih, tapi udah jadi gebetan gw” dia pun mulai merasa penasaran dengan wanita aku banggakan. Tanpa disengaja aku mengundang rasa ingin tahunya akan wanita yang aku banggakan, dengan terpaksa aku pun memberi tahukan nomornya karena  dia terus menanyakan wanita yang aku banggakan tersebut.
Merekapun mulai berkomunikasi dan semakin sering, sehingga sangat akrab di telepon, aaaku pun mulai merasa iri akan pertemanan mereka yang semakin hari semakin dekat, karena rasa cemburunya aku akan sikap mereka, aku kam mencetuskan perjanjian atau pertaruhan yang sebenarnya sangat tidak masuk akal, yaitu “kalo lu bias nembak dia atau jadian sama dia, maka gw bertaruh semua uang yang gw milik, deal or no deal” dan dia pun menyanggupinya dengan menjabat tangan aku.